Dompu,Realitanya.Com- Hingga Minggu kelima, Pemsa Dompu melalui Dinas Kesehatan (Dikes) belum mencabut status Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue (DBD).
Pasalnya, angka serangan DBD terhadap warga Dompu terus meningkat sejak awal musim hujan Bulan November 2024 hingga Januari 2015.
Kabid P2P Dikes Dompu, Hj. Hj. Maria Ulfa, mengatakan, DBD merupakan wabah yang berbahaya. Saking ganasnya, selama 4 minggu terakhir, sedikitnya ada dua orang Balita yang meninggal dunia yakni berasal dari kecamatan Pako 1 orang dan Kecamatan Pekat 1 orang.
Ia menjalaskan, DBD menular melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus yang terinfeksi virus dengue.
“ Dimana proses penularan dari Nyamuk Aedes aegypti menggigit orang yang terinfeksi virus dengue kemudian menggigit lagi orang yang sehat sehingga terinveksi virus DBD,”katanya.
Virus dengue masuk ke dalam tubuh orang yang digigit. Gejala DBD biasanya muncul 4–10 hari setelah digigit nyamuk. Gejala tersebut meliputi, demam tinggi, sakit kepala, nyeri di sekitar mata, tubuh terasa pegal dan nyeri dan mual dan muntah. “Disamping itu terdapat bintik-bintik merah di kulit” terangnya.
Katanya, DBD juga bisa menular melalui transmisi ibu, yaitu ketika wanita hamil yang terinfeksi virus DBD menularkannya kepada janin yang dikandung.
Sejauh ini Dikes Dompu tengah memerangi DBD agar tak merebak ke mana-mana. DBD dapat dicegah dengan mengurangi tempat berkembang biaknya nyamuk, seperti genangan air, bak mandi, dan pot bunga.
Untuk memutus perkembangan jentik nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD), masyarakat perlu melakukan kegiatan 3M Plus. “3M Plus adalah singkatan dari Menguras, Menutup, dan Mendaur Ulang,”katanya.
Berikut cara melakukan 3M Plus yakni menguras tempat penampungan air seperti bak mandi, ember, tempayan, dan penampungan air lainnya. Gosok dinding bak mandi untuk membersihkan telur nyamuk. Kemudian menutup rapat tempat penampungan air agar nyamuk tidak bisa masuk dan bertelur. Lalu mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.
Selain itu, masyarakat dapat menaburkan bubuk abate atau larvasida pada tempat penampungan air dengan Abate yang tersedia di Puskemas terkat. Karena baru-baru ini pihaknya telah mendistribusikan Abate ke masing-masing Puskemas agar dibagikan secara gratis ke masyarakat.
Selain, pada saat itu agar memasang obat nyamuk atau kelambu. Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi di rumah, menanam tanaman pengusir nyamuk, memelihara ikan pemakan jentik nyamuk.
Terlebih lagi harus ada gerakan gotong royong untuk membersihkan lingkungan serta menerapkan pola hidup sehat dan bersih. (ADV)