Dompu,Realitanya.Com- Sungguh miris nasib nelayan pembudidaya rumput laut di Dompu. Pasalnya, di kondisi dewasa ini, untuk mendapatkan bibit rumput laut saja, masih bergantung ke daerah tetangga.
Memang masalah ini terdengar menyedihkan. Padahal wilayah Dompu memiliki potensi laut yang memungkinkan untuk membuat kebun bibit sendiri agar petani tak perlu lagi membeli bibit ke daerah lain.
Namun faktanya, tanpa mendatangkan bibit rumput laut jenis cottoni dari Bima dan Sumbawa setiap kali musim tanam, nelayan pembudidaya rumput laut sudah pasti tak akan bisa menjalankan usaha sampingannya itu.
Kadislutkan Dompu melalui Kabid Perikanan Budidaya Nurkumala S.PI membenarkan bahwa nelayan membeli bibit rumput di Sumbawa dan Bima, karena persediaan bibit dari kedua wilayah tersebut selalu ada tanpa mengenal musim. “ Memang seperti setiap tahunnya karena di Dompu tidak ada kebun bibit,”ujarnya.
Harga bibit rumput laut jenis cottoni cukup mahal. Untuk 1 tali ukuran tertentu berkisar antara Rp. 1 juta hingga Rp.1,5 juta. “ Dari dulu kendala nelayan pembudidaya rumput laut dipersoalan bibit. Sukur kalau bibit yang mereka beli sukses di tanam. Namun jika gagal, terpaksa nelayan beli lagi bibit,”cetusnya.
Nelanyan bukan tidak ingin menyiapkan bibit sendiri. Namun karena faktor cuaca yang tidak menentu membuat bibit yang disemai, menjadi rontok dan mati. “Karena demikian, nelayan terpaksa memanen habis seluruh rumput laut dan menjualnya daripada tanaman itu mati sia-sia,”terang Nurkumala.
Sebenarnya cara yang paling tepat untuk menjaga ketersediaan bibit lokal adalah dengan membuat kebun bibit. Namun untuk membuat kebun bibit membutuhkan biaya penyiapan sarana dan parasarana untuk kebun bibit. “Namun kita semua tahu, bahwa sejak beberapa tahun terakhir dukungan anggaran dari Pemda Dompu untuk budidaya rumput laut nyaris tak ada,”katanya.
Tahun lalu, hanya ada 1 kelompok budidaya rumput laut di Wilayah Ncuni, Kecamatan Manggelewa yang mendapatkan bantuan bibit rumput laut. (ADV)